Neumann monitor untuk audio imersif di Axis Audio



Mastering engineer yang telah bekerja pada sejumlah proyek yang mendapatkan nominasi Grammy Award, Mike Monseur, bersama mix engineer Webster Tileson, dalam setahun terakhir telah semakin akrab dengan format audio imersif. Mereka berdua mulai mengapresiasi potensialnya dan belum lama ini memperkenalkan fasilitas mixing dan mastering terbaru bernama Axis Audio. Fasilitas mixing dan mastering kelas dunia ini dilengkapi dengan 'ti dak kurang dari 14 speaker Neumann KH Series dengan layout 7.1.4 yang imersif.


Ruang mixing dan mastering Axis Audio yang luas memiliki 3 power monitor Neumann KH 420, masing‐ masing ditempatkan diatas subwoofer KH 870, yang menangani channel LCR dan LFE. 4 power speaker KH 310 pada stand menyajikan informasi surround, sementara 4 monitor KH 120 pada mounting Neumann bertugas menyediakan overhead. Seluruh speaker KH ini terletak pada posisi radius 8 kaki dari posisi mendengar, kecuali overhead sebagai delay.


Neumann KH 420


Sebuah sistem Avid Pro Tools Ultimate berjalan dalam sebuah Mac Pro 3.2 GHz 16 core, menjalankan sistem ini pada interface multi‐channel yang juga menyediakan monitor management dan juga beragam kombinasi konfigurasi speaker yang dipakai.


Beragam outboard processing juga terlihat dalam sepasang rack unit, masing‐masing diletakkan di sebelah meja. JB Wood Design dari Nashville mendesain meja dan rack custom sesuai dengan spesifikasi Monseur dan Tileston.


Pengalaman audio imersif dengan Neumann

Setelah menyaksikan presentasi audio imersif yang kurang mengena pada sebuah pameran di tahun 2019 lalu, Tileston berkata, “Mike dan saya berjalan keluar sambil berkomentar; presentasi ini sia‐sia saja, tidak akan ada yang mendengarkan ini. Budgetnya terlalu besar, dan meskipun mereka memilikinya, mereka tidak akan bisa mengaturnya dengan benar.” Namun setelah menyaksikan sebuah video dari NAMM 2020 mengenai rendering mix secara binaural, Tileston mulai melihat potensi dari format imersif. “Jika ada cara mentransfer hasil mix ini ke headphone, artinya format ini memiliki nilai tambah lebih bagi konsumen,” katanya.


Saat itu, Tileston memiliki sepasang KH 120 di studionya. Kemudian dia menambah sepasang KH 120 lagi untuk menciptakan surround system dengan setup stereonya.


Tileson juga menambahkan bookshelf speaker sebagai overhead saat mendalami potensi Dolby Atmos mixing beberapa bulan kemudian. Namun ketika Monseur membawa sepasang KH 420 miliknya untuk membuat setup speaker KH series ke studio Tileston, semuanya baru terdengar masuk akal. Setelah Tileston dan Monseur menemukan lokasi studio baru di awal 2020, mereka memasang sebuah sistem 5.1 sebelum memasukkan perlengkapan maupun memberikan perlakuan akustik ke ruangan. “Kami menambahkan sejumlah KH 310 pada waktu itu, jadi kami total memiliki speaker 420, 310 dan juga 120,” kata Monseur. “Terdengar bagus. Jadi saya bilang OK, saya ikut anda; ini pasti akan berjalan dengan baik.”



Respon frekuensi midrange yang tiada tanding

Monseur telah memakai KH 420 sejak 2015 silam. “Saya sedang mencari monitor mastering, dan berkesempatan untuk mendengarkan demo 420,” katanya, “dan saya tidak mengirimkan speakernya kembali.” Dome midrange yang ada barangkali menjadi faktor penentu saya menginginkan sepasang speaker Neumann, katanya. “Dome ini memliki punch dan respon transien yang baik, sambil tetap warm dan mengejutkan. Suaranya juga khas dan nyaman didengarkan. Saya tidak memiliki masalah apapun dengan 420 sejak memakainya dari 2015 lalu.”


Selain itu terdapat juga full‐range bass response dari KH 420, komentar Monseur. “Speaker 420 sendiri mampu menjangkau frekuensi 26Hz. Bersama 870, frekuensinya bisa mencapai 18 Hz. Tidak hanya itu, semua bunyi infrasonik seperti bunyi stand mic, mud dan juga DC offset dapat terdengar dengan jelas.”


Dalam ruangan terbaru Axis Audio, Monseur berkomentar, “KH 870 dapat bekerja dengan baik bersama dengan 420, dan bisa dikonfigurasi dalam susunan four‐way speaker.


KH 870 juga bisa menangani LFE; ada beberapa input yang dapat dimanfaatkan untuk itu.” Monseur dan Tileston telah membangun fasilitasnya ruangan lantai atas dengan atap yang tinggi, sebuah ruangan luas dengan sejumlah tembok dalam berbagai sudut. “Saat kami melihat bentuk ruangannya, kami merasa ruangan ini bisa menjadi masalah ataupun keunggulan,” kata Tileston. “Namun setelah masuk kedalam, kami menyadari suara yang dipantulkan terdengar sangat natural untuk ruangan tersebut. Kami tidak banyak mengubahnya bahkan setelah memberikan perlakuan akustik.”

Mike Monseur (kiri) dan Webster Tileston (kanan) didepan kombinasi Neumann KH420/KH 870


Instalasi sistem monitoring dalam ruangan

Karena masing‐masing dari mereka memiliki bisnis yang terus berjalan sembari membangun fasilitas terbaru ini, Tileston, yang juga bekerja sebagai teknisi live production system untuk bintang musik country Thomas Rhett dan juga FOH mixer, melakukan mapping dan mengukur bentuk ruangan dengan presisi. “Saya memiliki 3D model ruangan dengan toleransi sekitar 1 inchi,” katanya. “Model ini memudahkan kami untuk melakukan visualisasi awal dimana kami akan meletakkan rack unit, desk dan juga speaker, sambil memikirkan bagaimana penempatan panel dan juga apa yang harus kami persiapkan.”


Tileston menyebutkan kalau mereka dapat menggunakan sebagian besar perlengkapan dan tata akustik dari studio masing di studio baru. Mereka juga menjual beberapa perlengkapan untuk memesan tambahan speaker Neumann dan peralatan lain seperti komputer, interface, meja, rack unit dan tambahan tata akustik. Kemampuan teknis Tileston dalam mengatur setup monitor sesuai spesifikasi Dolby membantunya menghemat pengeluaran akibat menyewa jasa spesialis. “Jasa spesialis tidak kami sertakan dalam budget ruangan ini,” kata Monseur. “Dulu saya pernah bekerjasama dengan ahli akustik terbaik untuk menangani ruangan saya, jadi kami paham betul bagaimana pengaturannya.”


“Kami selalu mengutamakan sisi monitoring dan ruangan sebelum perlengkapan,” kata Tileston. “Hal penting bagi kami adalah memiliki converter dengan sepasang monitor yang baik, dan juga koreksi ruangan serta tata akustik yang bagus. Anda bisa memiliki perlengkapan sebanyak yang anda inginkan, namun jika anda tidak memahami apa yang anda dengarkan, maka hasilnya juga tidak akan jauh berbeda. Karena itu kami memilih monitor Neumann, sangat fleksibel dan kami tahu suaranya luar biasa.”


Andalan audio imersif di Nashville

Axis Audio telah menciptakan mix musik Dolby Atmos bagi beberapa label rekaman besar sejak pertama dibuka. Namun tidak hanya menjadi salah satu dari sedikit studio di Nashville yang bisa menangani mixing serta mastering dalam format audio imersif, layanan yang disediakan Monseur serta Tileston juga mencakup stereo mixing dan mastering, mastering untuk vinyl, transfer tape dan juga audio editing serta restorasi.


“Banyak pelaku industri ini yang belum pernah mendengarkan mix musik Dolby Atmos; mereka tidak tahu seperti apa suaranya,” komentar Monseur. “Saya melihat Dolby Atmos sebagai format lain, bukan untuk menggantikan format yang sudah ada. Stereo tidak akan kemana‐mana; Dolby Atmos tidak akan membuat anda bangkrut atau mengubah cara kerja anda menciptakan musik. Hanya saja sekali anda mendengarnya, terutama pada speaker di ruangan, anda akan langsung paham.”


Foto © Triniti Ortiz

beyerdynamic-PHONUM-Ad-300x250px (1).jpg
EV_MTS_NextStadiumStandard_Aug2021_1080x1080_49999.png
e709eda8-c4da-4a71-8ab5-896dedbb6d34.gif
AVL Indo-ad (5).png
AVL Indo-ad.png
ig-ad2.png
KH 80 (300x250)-CTA.png